Monday, July 27, 2015

Semangkuk Mie Ayam

Dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah, saya memutuskan untuk berhenti di suatu kedai mie ayam. Kedai mie yang biasanya ramai, kali ini agak sepi. Mungkin karena jam tarawih pikirku.

Setelah semangkok mie dihidangkan, saya mengucap syukur dan langsung menyantapnya. Tukang mie duduk santai di seberangku, dan mulai mangajak berbincang denganku perihal mudik dan persiapan menjelang Lebaran. Santainya kondisi percakapan, beliau mulai mengangkat kaki kanannya kemudian ditaruh di lutut kaki kirinya. Sambil terus berbincang, sesekali beliau mengusap-usapkan tangannya ke telapak kaki dan kadang diselingi garukan-garukan kecil.
Sontak saya terkejut karena saya meyakini bahwa tangan beliau cuma dua. 

Saya belum memutuskan kapan akan kembali ke kedai tersebut.

No comments:

Post a Comment