Dalam suatu suasana santai, saya dan kedua adik sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton acara tv dan bergurau. Tiba-tiba mami yang baru pulang ke rumah, datang menghampiri kami bertiga dan berkata, "Hi, son!". Sontak kami bertiga tersentak dan saling menatap dengan suasana hening kemudian tertawa terbahak-bahak. Bukan karena kami mengetahui bahwa kemampuan Bahasa Inggris mami yang kurang baik, tetapi kami merasa adanya kejanggalan ucapan tersebut. Kejanggalan yang saya maksud adalah karena dua adik saya perempuan, dan mami mengasumsikan bahwa son adalah anak, bukan anak laki-laki.
Pengalaman di atas bukan bermaksud mengejek apalagi menjelek-jelekan keluarga saya pribadi. Namun melalui cerita tersebut saya ingin menyindir karena semakin banyaknya dari kita khususnya warga ibukota yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia secara baik, benar, dan penuh kebanggaan. Mengapa saya katakan demikian? Karena banyak dari kita yang kurang menghargai Bahasa Indonesia. Kita lebih bangga menggunakan Bahasa Inggris dibandingkan Bahasa Indonesia. Apalagi Bahasa Inggris yang campur-campur dengan Bahasa Indonesia, wah..keren!
Ironisnya lagi, anak-anak kelahiran 2000an banyak yang tidak menguasai Bahasa Indonesia sebaik anak-anak kelahiran tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan sekolah yang mengklaim berskala internasional, sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan. Padahal bahasa adalah suatu tolok ukur kemajuan suatu bangsa, dan Bangsa Indonesia memiliki kepribadian yang unik dan salah satunya adalah Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Dari berbagai media dikemukakan bahwa saat ini banyak orangtua yang memimpikan putera puteri mereka dapat menguasai bahasa asing sejak dini dengan tujuan anak-anak dapat bersaing di dunia yang sudah sangat maju ini. Di satu sisi, pendapat tersebut ada benarnya. Namun di sisi lain hal itu menggadaikan kepribadian kita sebagai bangsa.
Beberapa psikolog menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa terbaik pada anak-anak adalah bahasa ibu, bukan bahasa asing. Pertanyaannya, kapan anak-anak dapat belajar bahasa asing? Menurut saya pribadi, setelah anak-anak menguasai Bahasa Indonesia dan bahasa daerah (apabila ada). Bahkan kita juga ketahui bersama, banyak orang yang baru bisa berbahasa asing ketika sudah dewasa, dan tidak ada bukti korelasi antara bisa berbahasa asing sejak dini dengan kesuksesan di masa mendatang.
Mari berbangga dengan Bahasa Indonesia
No comments:
Post a Comment