Sebelum tiba di Jepang, sudah terbayang dalam benak saya bahwa saya akan mencoba berbagai macam makanan terutama sushi dan ramen.
Setibanya di Akihabara - tempat kami menginap - saya dan NK berjalan keliling untuk makan siang. Kami melihat banyak pilihan makanan yang membuat lidah tidak sabar untuk bergoyang, dan kebetulan kami berdua juga tidak mempunyai pantangan terhadap makanan apapun. Singkat cerita, sampailah kami di sebuah kedai ramen yang menurut penilaian sekejap cukup menggugah selera. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di kedai tersebut. Sebelum masuk dan duduk di kedai tersebut, kami harus membayar terlebih dahulu menggunakan mesin. Tidak hanya membayar, tetapi juga untuk memesan makanan yang kami inginkan. Alhasil setelah kami mencoba berulang kali selama +- 10 menit, kami belum juga berhasil menaklukkan mesin tersebut, karena seluruh tulisan pada mesin tersebut berbahasa Jepang! Jadi, kami tidak jadi makan di tempat tersebut T_T
Perlu diketahui bahwa di Jepang, hampir semua kedai makanan baik kedai besar maupun kedai sederhana menggunakan mesin bayar-pesan.
Setelah kejadian konyol, memalukan, serta menyedihkan tersebut, kami selalu mencari makanan yang tidak hanya sesuai dengan selera kami, tetapi terutama juga tidak menggunakan mesin bayar dan pesan. Mesin bayar-pesan menjadi momok kami bedua, selama 2 hari pertama di Jepang. Dasar, Ndeso!
No comments:
Post a Comment