Wednesday, November 1, 2017

Fujiko Fujio Museum: Berkunjung ke Rumah Doraemon Part 1

Hari kedua di Jepang, kami berencana mengunjungi Fujiko Fujio Museum yang terletak di daerah Kawasaki. Dalam perjalanan, kami sambil berselancar di dunia maya untuk mendapatkan gambaran ataupun informasi tambahan yang diperlukan sebagai pendukung perjalanan.

Kami agak kaget karena baru mengetahui bahwa tiket tidak bisa dibeli langsung di museum, melainkan harus dibeli di Lawson. Akhirnya kami mencari Lawson terdekat di daerah stasiun Kawasaki, dan ketemu!

Kami langsung masuk ke Lawson dan kemudian menjelaskan kepada petugas Lawson bahwa kami ingin membeli tiket museum. Petugas yang juga kasir Lawson tersebut dengan ramah menyambut kami serta mengarahkan (mempersilakan) dengan syarat lima jari di tangannya yang diarahkan ke sebuah mesin yang berada 2 meter di samping kirinya. Saat itu juga, pikiran saya langsung berkecamuk, “Alamak, beli makan dengan mesin saja belum lancar...”

Tapi apa daya, kami tidak mempunyai pilihan lain, dan benar saja mesin tersebut tidak dilengkapi Bahasa Inggris. NK sebagai pemilik IQ superior langsung mengambil alih kendali untuk berhadapan satu lawan satu dengan mesin tersebut. Sedangkan saya berdiri di belakang agak serong kirinya  memberikan semangat dan dukungan moril kepadanya, bahwa ia mampu menaklukkan mesin tersebut.!

Saat itu keadaan Lawson sedang ramai, banyak pembeli yang antri membayar atas pembelian barang. Setelah lima menit kutak katik dengan mesin itu tanpa hasil, sambil melayani pembeli, petugas yang sedang sibuk itu mulai sadar dan bermaksud untuk membantu dengan memberikan clue kepada kami yang belum juga paripurna. NK menatap serius penjelasan petugas tersebut, sedangkan saya manggut-manggut. Namun kami berdua gagal menangkap penjelasan tersebut karena semua dijelaskan dengan Bahasa Jepang.

Tidak ada yang kami dapat lakukan selain mencoba terus dan terus. Sepuluh menit berlalu sejak kedatangan kami. Petugas masih sibuk melayani para pembeli, dan saya mulai pasrah dengan keadaan ini. Saya pelan-pelan mencoba meminta waktu petugas itu agar membantu kami dengan sesekali melambaikan tangan kepadanya dengan harapan ia berbaik hati membantu dibtengah kesibukannya. Sementara NK terus mencoba pencat pencet. Sebetulnya, kami sudah sampai di tahap mengisi Nama dan No telepon, tapi tidak bisa juga selesai, setelah sebelumnya memilih tanggal kunjungan, jam kunjungan, dll.

Tidak lama kemudian petugas tersebut seperti melompati badannya ke arah samping agar dapat menjangkau mesin tersebut yang terhalang meja kasir, dan kemudian memencetkan nama dengan 2 suku kata (entah nama siapa yang di input),  sedangkan dari awal kami hanya memasukkan 1 suku kata, dan juga entah no telepon siapa yang dimasukkan petugas dan tiba-tiba saja selesai,
Tiket langsung keluar. Setelah itu kami membayar harga tiket ke petugas Lawson tersebut. Harga tiketnya adalah 1000 Yen untuk 1 orang. Kami pun melanjutkan perjalanan ke museum. 

(bersambung)


No comments:

Post a Comment