Dahulu kala sebelum zaman Yesus, Paskah sudah dirayakan
bangsa Yahudi. Pertanyaannya, “Lah kok bisa? Wong Yesusnya saja belum ada.”
Paskah sebelum zaman Yesus disebut Paskah Yahudi, yaitu peristiwa mengenang
pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir yang dipimpin oleh Musa.
Kembali lagi ke poin awal yaitu Paskah kristiani - berbeda
dengan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember - Paskah selalu dirayakan
pada hari minggu dengan tanggal yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena Natal
ditentukan dengan mengacu kepada kalender Masehi, sedangkan Paskah mengacu
kepada kalender Yahudi.
Rangkaian Paskah sendiri dimulai pada hari kamis yaitu
peringatan “Malam Terakhir” (Last Supper) Yesus bersama murid-murid di mana
saat itu Yesus membasuh kaki ke dua belas muridnya, serta memecah roti dan
meminum anggur. Kemudian pada malam harinya, Yesus berdoa di taman Getsemani
sampai kemudian ditangkap oleh tentara Romawi. Kemudian pada hari Jumat disalibkan
(sekarang dikenang dengan sebutan Jumat Agung) di Bukit Golgota. Pada hari
ketiga (yaitu Minggu) Yesus bangkit dari kubur.
Membahas sedikit Tradisi pada malam terakhir, yaitu tradisi memecah
roti merupakan sebagai lambang tubuh kristus yang diserahkan bagi dunia dan minum
anggur sebagai lambang darah kristus yang dimateraikan, sekarang disebut
sebagai sakramen perjamuan kudus atau kalau dalam agama Katolik disebut
sakramen ekaristi. Makna dari tradisi ini adalah berkaitan dengan peristiwa pengorbanan
Yesus di kayu salib, yaitu pengorbanan dirinya menjadi “korban yang sempurna” sebagai
penebus dosa umat manusia. Sedangkan tradisi pembasuhan kaki yang dilakukan
Yesus adalah lambang kerendahan hati. Tuhan Yesus adalah seorang Guru / Rabi
sekaligus Tuhan yang menjadi manusia yang tidak berdosa, mau merendahkan diri
dengan membasuh kaki murid – murid (lambng manusia berdosa). Kalau dalam bahasa
gaul, kita dapat mengatakan: “Tuhan aja rendah hati, Lah manusia malah sombong!”
Pada hari ketiga setelah jumat, yaitu Minggu, Yesus bangkit
dari kubur. Hal ini sudah dinubuatkan oleh Yesus sendiri dari sebelumnya kepada
murid-murid yang dalam injil matius tercatat dalam 3 perikop judul “Pemberitahuan
pertama/kedua/ketiga tentang penderitaan Yesus”. Kebangkitan Yesus adalah
kebangkitan jiwa dan raga (tubuh dan roh), yang merupakan intisari dari iman
kristiani. Maka menjadi sangat ironis ketika rangkaian peristiwa Paskah (Jumat
Agung – Paskah) tidak diperingati/dirayakan/direnungkan/dipersiapkan dengan
total. Sedangkan perayaan Natal begitu diperingati dan dipersiapkan dengan
gegap gempita dan sukacita yang sangat besar.
No comments:
Post a Comment