Setibanya di bandara Ataturk, saya mengecek utk mendapatkan wifi gratis, sayangnya tidak tersedia. Kemudian saya memutuskan untuk menukarkan uang Euro ke Lira, setelah itu saya segera bergegas menuju ke luar airport sambil melihat sekeliling dan mengharapkan ada penjemput menuliskan nama saya di secarik kertas yang dipamerkan, tetapi apa daya dari banyaknya penjembut membawa papan nama tidak ada satu pun nama saya. Saya sangat mengharapkan adanya fasilitas penjemputan karena sebetulnya di hotel tempat saya menginap menyediakan jasa shuttle bus dari dan ke bandara, dan kebetulan saya sudah memesannya melalui laman hostelworld.com saat pemesanan.
Akhirnya saya berkeliling di area lantai tersebut untuk melihat-lihat sambil berpikir cara menuju ke hotel. Belum lima menit di berputar-putar, seorang bapak mendekati saya dan kemudian memanggil saya "brader" serta berbicara dalam bahasa Inggris yang tidak terlalu jelas (mungkin aksen Turki). Inti pembicaraan bapak tersebut yang saya tangkap adalah menjelaskan bahwa ada saudaranya yang masuk rumah sakit dan dia meminta bantuan. Saya langsung memotong penjelasan bapak tersebut dengan kata "sorry" sambil meninggalkan bapak tersebut. Fiuhh.
Setelah meninggalkan bapak tersebut, saya mencari tempat duduk, sambil mencoba menenangkan diri, mengingat bahwa kejadian tersebut berlangsung di bandara - yang seharusnya merupakan tempat aman bagi turis - nyatanya tidak juga. Saya duduk kurang lebih selama setengah jam sambil memikirkan kembali langkah mencapai hotel. Tidak jauh dari tempat saya duduk, terdapat pusat informasi dan saya menjelaskan kepada petugas bahwa pihak hotel tidak melakukan penjemputan sebagaimana mestinya, tetapi dijawab singkat dan tegas oleh petugas, "Just call your hotel". Akhirnya, saya mencoba menggunakan telepon umum yang berada tidak jauh dari pusat informasi, tetapi petunjuknya dalam bahasa Turki, dan gambar yang menjelaskan cara penggunaan tidak saya pahami juga.
Setelah itu karena mental saya agak shock karena pembicaraan singkat dengan si bapak "brader" dan saya kurang yakin apabila menggunakan taksi yang tersedia di luar bandara, saya menyewa mobil (shuttle) dari bandara ke hotel dengan biaya tidak kurang dari 60 Lira. Sebetulnya saya sudah mencoba menawar, tetapi pemilik usaha mobil sewa menyatakan tetap tidak bisa menurunkan tarif lagi. Padahal saya menginap di hotel seharga "hanya" 74 Lira per malam. Hiks.
Singkat cerita saya diantar menggunakan mobil (serupa dengan Nissan Serena), dan seperti biasa sang supir sok akrab menanyakan saya. Sejalan dengan percakapan tersebut, saya sambil mengaktifkan GPS offline. Sang supir juga menggunakan GPS dari gawainya. Asyik mengobrol, saya mengatakan kepada supir bahwa hotel yang kita tuju sudah terlewat sambil menunjukkan GPS saya, sang supir menjelaskan bahwa hotel yang dituju masih berada di depan, dan akan sampai dalam beberapa ratus meter lagi. Jantung saya agak berdegup kencang karena saya berkeyakinan GPS saya menyajikan informasi yang benar. Akhirnya saya pasrah, dan berusaha tenang karena selama 10 menit perjalanan sebelumnya sang supir orang yang nice.
Lima menit kemudian sang supir meminggirkan mobil sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah hotel bertuliskan "Inci Hotel". Kemudian sambil melihat ke arah hotel saya mengangguk ke supir, karena memang betul bahwa itu nama hotel saya dan kebingungan saya sirna sesaat tentang ketidaksesuaian alamat dengan GPS. Akhirnya saya turun, dan supir menurunkan koper saya, kemudian dia meminta tips serelanya. Saya menjelaskan bahwa saya sudah membayar cukup mahal untuk perjalanan ke hotel dengan jarak yang cukup dekat dari bandara. Namun supir menjelaskan bahwa uang yang saya bayarkan adalah untuk perusahaan. Sedangkan dia tidak memaksa apabila saya tidak mau memberikan tips. Akhirnya saya hanya menjabat tangannya dan bilang terima kasih banyak.
Saya masuk ke hotel dan memberikan secarik kertas kode booking. Betapa kagetnya saya ketika sang petugas hotel mengatakan bahwa hotel yang saya pesan bukanlah hotel di tempat saya berada. Saya langsung berlari ke depan hotel meninggalkan koper saya, untuk mengecek apakah supir masih ada. Puji Tuhan, supir masih ada dan sedang merapikan mobilnya. Saya menghampirinya dan menjelaskan kepadanya bahwa hotel yang saya pesan adalah hotel yang sesuai dengan GPS. Tidak lama seelah itu petugas hotel keluar hotel menuju tempat saya dan supir berada sambil menenteng koper yang saya tinggalkan di lobi hotel. Sang petugas hotel menjelaskan sambil menunjuk ke arah kedatangan kami kepada supir dalam bahasa Turki. Bersamaan dengan itu saya memperlihatkan kembali bukti pesan saya, tertulis "Express Inci Hotel", ada kata "Express"-nya.
Sang supir meminta saya masuk kembali ke mobil untuk menuju hotel yang dimaksud. Kami melanjutkan perjalanan selama kurang lebih sepuluh menit, akhirnya saya sampailah saya di hotel yang dituju, dan ketika sang supir menurunkan koper saya kedua untuk kalinya dari mobilnya, saya mengucapkan terima kasih banyak sambil memberikan tips sebesar IDR 10rb, sang supir tersenyum lebar seraya mengucapkan terima kasih.
No comments:
Post a Comment