Tidak ada yang terlalu spesial di Brussels. Sebuah kota yang tenang dengan wafelnya yang enak tetapi juga tidak spesial. Suhu udara di Brussels mirip dengan di Amsterdam, tetapi polusi udara begitu terasa menyengat di hidung ketika berjalan kaki di tengah kota. Banyak sekali mobil di jalan-jalan sampai menimbulkan kemacetan (meskipun tidak separah Jakarta). Sedangkan sepeda lebih sedikit dibandingkan mobil. Ada kereta dan ada metro (entah apa bedanya diantara keduanya). Belakangan saya baru tahu perbedaanya dari teman sekamar yang merupakan warga negara Belgia. Kereta digunakan untuk transportasi antar kota, sedangkan metro untuk dalam kota. Selain itu ada juga bus panjang (penampakannya mirip dengan transjakarta koridor 1 bermerk Scania/Zangdong).
Ada pemandangan unik yaitu lumayan banyaknya pengemis di pinggiran toko, bahkan ada pengemis yang sudah bersiap mengemis di depan pintu masuk/ keluar sebuah bank. Begitu juga di stasiun metro, bahkan di dalam metro, ada pengemis berkeliaran!
| Brussels (1) |
| Brussels (2) |
|
| Brussels (4) |
Ada pemandangan unik yaitu lumayan banyaknya pengemis di pinggiran toko, bahkan ada pengemis yang sudah bersiap mengemis di depan pintu masuk/ keluar sebuah bank. Begitu juga di stasiun metro, bahkan di dalam metro, ada pengemis berkeliaran!
Menurut peta gratis untuk turis, bahasa yang digunakan di Belgia adalah Bahasa Perancis dan Belanda, bahkan kedua bahasa tersebut sering digunakan bercampur-campur dalam sebuah percakapan. Haduh, kayaknya saya teringat sebagian kecil orang Indonesia ya yang suka campur-campur berbicara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris 😂
No comments:
Post a Comment