Pengalaman berlibur ke Eropa sebagai solo traveller (backpacker) selama +- 2 minggu (1 Oktober - 17 Oktober 2016), serta beberapa kejadian yang saya alami sendiri seperti di intimidasi oleh orang tidak dikenal di bandara - saya tuliskan di artikel berjudul , kemudian diinterogasi oleh imigrasi negara lain , dan beberapa kejadian minor lain baik yang saya alami tetapi tidak saya tuliskan ataupun kejadian yang tidak saya alami tetapi saya saksikan, memberikan saya inspirasi untuk berbagi kepada pembaca tulisan ini.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berlibur di Eropa versi saya:
- Gunakanlah pakaian dan aksesoris yang wajar, tidak mencolok dan berlebihan.
- Pisahkan tempat penyimpanan uang makan + transportasi (uang kecil) dan keseluruhan uang yang dibawa ("uang banyak") pada saat mengunjungi objek wisata. Sebaiknya uang banyak disimpan di tas kecil yang dipakai menempel ke badan (dipakai di dalam baju) untuk menyimpan uang banyak dan paspor. Solusi lain adalah menggunakan celana pendek berkantong sebagai pengganti tas tersebut, yang didobel dengan celana panjang. Ingat, paspor adalah benda terpenting selama berada di luar negeri, tentunya uang banyak dan kartu kredit di tempat berikutnya.
- Bingunglah di saat dan di tempat yang tepat, serta kepada orang yang tepat. Ketika mengunjungi sebuah tempat yang sebelumnya sama sekali belum pernah kita kunjungi, sangatlah wajar apabila kita akan bingung. Namun tetaplah tenang, berlagaklah seperti orang yang tidak bingung di tempat umum. Misalnya dengan mengikuti orang banyak berjalan, ataupun tetaplah berjalan santai sambil menemukan pusat informasi, bertanya kepada petugas resmi/ polisi, ataupun bisa memasuki toko, dll. Sangat tidak disarankan apabila kita "ber-pelangak-pelongok" karena akan mengundang pencari kesempatan dalam kesempitan untuk "menolong" kita. Kesimpulannya berlagaklah kita sudah menguasai tempat tersebut, jangan keliatan seperti turis baru dan bingung.
- Bersikaplah percaya diri dimana pun. Sikap percaya diri akan memperlihatkan gerak gerik dan pandangan yang mantap dengan harapan orang lebih sungkan.
- Hindari kumpulan/ gerombolan yang terlihat mencurigakan. *Sebagai contoh setelah menaiki sebuah metro bawah tanah di Paris dan akan mencari pintu keluar (keadaan sedang tidak ramai), saya sempat akan melewati sebuah lorong yang berisi tiga orang yang sedang duduk merokok di tangga dan salah satu orang tersebut memegang botol minuman. Akhirnya saya seuzon dan mencari jalan keluar lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Abaikan orang yang mengajak mengobrol atau meminta tolong (terkait pengalaman saya di Turki). Kalimat ini sebenarnya dapat disesuaikan dengan keadaan. Alasan saya memasukan poin ini adalah apabila kita hanya seorang diri di negeri orang, tidak mengenal siapa pun, juga tidak mengenal daerah tersebut hendaknya kita meningkatkan kewaspadaan dan keegoan untuk melindungi diri.
- Abaikan penjual-penjual dagangan keliling di objek-objek wisata. *Sebagai contoh adalah pedagang-pedagang yang merupakan imigran Afrika ataupun Timur Tengah di sekitar Eiffel Paris ataupun Duomo Milan. Saya menyaksikan bagaimana mereka berjualan dengan tidak simpatik. Bahkan teman saya ada juga yang dijambret di Paris (khusus kejadian ini terjadi bukan dalam rentang waktu liburan saya dan tidak saya saksikan).
- Waspadalah terhadap copet dimana pun.
- Terkait pertanyaan oleh imigrasi terhadap kita, tenanglah dan berkonsentrasilah dalam menjawab setiap pertanyaan petugas.
- Terakhir, berdoalah selalu!
*Catatan:
Kembali saya sampaikan, seluruh tips di atas adalah versi saya atas apa yang saya alami, dan liburan seorang diri (pertama kali menginjakkan kaki di benua biru, tidak mengenal siapapun, tidak menguasai daerah manapun). Contoh yang saya berikan tidak bermaksud sedikitpun menyinggung SARA, tetapi merupakan kejadian nyata yang saya saksikan.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kebaikan! Selamat berlibur...
"Bingunglah di saat dan di tempat yang tepat, serta kepada orang yang tepat."
ReplyDeleteTips-nya bener banget! Bagus bagus nih cerita perjalanannya, enak dibaca. 👍🏻