Wednesday, October 12, 2016

Romantisme Paris

Kota Paris merupakan ibukota Perancis, wajar apabila Paris merupakan kota yang sangat sibuk baik lalu lalang kendaraan maupun manusia yang beraktivitas di kota tersebut. Namun harus diakui bahwa Paris memiliki banyak taman kota dan tidak sedikit yang memiliki luas lahan sebesar lahan monas. Memang tidak mudah berwisata di Paris seorang diri, meskipun ada peta khusus turis dan trotoar yang mendukung di seluruh tempat, mengingat paris yang cukup luas dibandingkan Amsterdam dan Brussels, desain kota yang tidak terlalu teratur, serta tidak banyaknya perunjuk arah di jalan - jalan, sehingga untuk menggapai seluruh objek wisata di Paris sangat rawan tersasar san tidak cukup digapai hanya dengan berjalan kaki tetapi juga harus menggunakan moda transportasi di sana seperti Metro ataupun RER. Metro memiliki jalur di dalam Paris. Sedangkan RER menjangkau wilayah penyangga Paris.

Paris (1)
Paris (2)

Saya sendiri mengelilingi Paris dengan dibantu dengan seorang teman, yaitu N (seorang WNI yang sudah tinggal di Paris hampir 2 tahun). N banyak bercerita tentang keterbukaan pikiran Pemerintah Perancis sedari dulu mengenai persamaan hak setiap manusia. Hal ini berkaitan dengan banyaknya imigran yang boleh datang ke Perancis setiap tahunnya. Namun tetap pada kuota tertentu. Para imigran tidak hanya boleh menetap dan ke depan menjadi warga negara, lebih dari itu pemerintah juga membina, mengayomi, mempersiapkan parah imigran ini dengan bekal-bekal pengetahuan dan keterampilan sehingga bisa berguna serta mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini terus dipantau oleh pemerintah sampai dengan imigran tersebut mandiri dan dapat menghidupi dirinya sendiri serta keluarganya. Tidak luput juga pemberian fasilitas kesehatan yang layak untuk para imigran.
Paris (3)
Paris (4)

Paris (5)
Paris (6)

Seperti halnya orang Belanda yang mengklaim bahwa keju mereka adalah yang terbaik, orang Perancis juga mengklaim bahwa keju terbaik berasal dari Perancis. Entah mana yang benar 😄

Banyak orang mengatakan bahwa Paris adalah kota yang romantis. Saya mencoba mencari tahu mengenai hal ini dari N dan memperoleh informasi mengapa Paris mendapatkan predikat tersebut. Entah sejak kapan, warga Perancis khususnya Paris sudah menganggap hal lumrah dengan hal-hal yang berbau seksualitas dan sensualitas. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa rumah pertunjukan kabaret yang mengeksplorasi sensualitas kaum hawa. Hal kedua adalah banyak warga Paris baik dari dalam maupun luar negeri tidak canggung memamerkan kemesraannya di manapun termasuk di pinggir jalan. Terakhir, pada malam hari Paris memiliki banyak lampu-lampu cantik yang seolah mendandani kota ini sehingga semakin menambah aroma romantis tersebut.

No comments:

Post a Comment