Wednesday, October 12, 2016

Keramahan Swiss

Berbeda dengan warga Perancis yang umumnya begitu egoistis dan tidak ramah terhadap turis. Dinginnya cuaca di Swiss tidak lantas sejalan dengan sikap warga Swiss. Setelah berinteraksi dengan petugas di stasiun Basel, petugas tiket kereta, saya menyimpulkan bahwa warga Swiss sangatlah ramah dan mudah memberikan senyum. Puncaknya yaitu ketika saya menanyakan kepada sepasang kakek nenek, apakah saya telah menaiki kereta yang tepat menuju stasiun Interlaken West, kakek tersebut menjelaskan bahwa saya telah menaiki kereta yang benar dan juga menjelaskan bahwa saya harus turun setelah 6 stasiun. Tidak hanya itu, kakek juga menambahkan apabila saya terlewat karena ketiduran di kereta ke stasiun berikutnya yaitu Interlaken East, saya tidak perlu khawatir dan bukan berarti tragedi karena saya bisa kembali lagi ke stasiun Interlaken West dengan cepat karena jarak antara stasiun tersebut hanya sekitar 2 km. Setelah penjelasan komprehensif tersebut saya tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

Kemudian saya mencari tempat duduk tepat di seberang kanan pasangan kakek nenek tersebut. Kereta yang saya naiki memiliki 4 tempat duduk yang saling berhadapan sehingga membentuk kubikal dengan meja kecil di tengahnya. Jadi saya duduk di sebelah kubikal kakek nenek tersebut (berbeda kubikal namun bersebelahan). Setelah percakapan tersebut, saya pergi menuju toilet kereta dengan membawa seluruh tas saya. Ketika kembali dari toilet, kubikal yang saya tempati sudah diisi oleh sepasang muda mudi. Saya tidak ambil pusing karena masih banyak kursi lain yang masih kosong. Jadi saya hanya melewati tempat saya duduk di awal dan juga artinya melewati tempat duduk kakek nenek tersebut, untuk menempati tempat duduk di depan kubikal kakek nenek tersebut. Setelah melihat saya, sang nenek agak kaget dan ingin berusaha memberitahukan kepada sepasang muda mudi tersebut bahwa tadinya tempat tersebut adalah tempat saya. Kemudian saya mengatakan kepada sang nenek bahwa saya baik-baik saja dengan tempat duduk yang baru. Akhirnya sang nenek hanya tersenyum. Saya pun membalas senyuman kakek nenek tersebut. 

Di stasiun ke-3 kakek dan nenek tersebut bergegas turun. Dan sebelum turun mereka pamit ke saya dan mengatakan bawah mereka akan turun, dan mengingatkan kembali bahwa saya harus turun 3 stasiun lagi jaraknya. Selain itu, kakek tersebut juga menyarankan agar saya berpindah ke tempat duduk yang dia tempati barusan karena dari tempat duduk tersebut saya dapat menikmati pemandangan termasuk danau. Ya Tuhan, terima kasih atas keramahan ini, tidak terkira nilainya.

"Terima kasih kek, terima kasih nek. Saya mendoakan kakek dan nenek selalu diberikan kesehatan dan umur panjang. Sampai jumpa.", doaku di dalam hati.

No comments:

Post a Comment